semoga dapat menambah pengetahuan pembaca..
Penerbitan kebijakan itu bermula dari keluhan sutradara terkenal
Hanung Bramantyotentang lebih murahnya pajak mendatangkan film impor dibanding membuat film nasional. “Keluhan Hanung pada akhir tahun lalu itu, lantas direspons oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada rapat kabinet di November “tahun lalu. Presiden memerintahkan menteri keuangan meninjau ulang ketidaksetaraan aturan pajak dan bea masuk itu. (sof/jan)
silahkan cek di sumber aselinya : http://www.jpnn.com/read/2011/02/19/84743/Film-Asing-Ditarik-dari-Bioskop-
tanggapan saya :
oh, jadi dia?
yaudah sih udah terlanjur. liat dampaknya aja :
- orang cuma pengen nonton transformer 3 aja ke singapur segala. yang malah nambah devisa negara lain.
- mengurangi rasa nasionalisme terhadap negara sendiri. jujur aja soal ini.
jadi, ya rugi negara sendiri lah..
pengalaman penulis :
pergi ke mall bellanova (sentul, Bogor), masuk bioskop 21 adanya pocong ngesot, perawan2 apalah itu film lokal setan-cabul. sedih banget ya gan?
thanks God banget di Botani Square, Bogor, ada scream 4, insidious, limitless.
jadi sekarang hanya bisa ngiler dan ngarep.
oke, sekian dan terima kasih. udah jam 5 pagi ne mo bobok. *gubrak* zzz
sumber tambahan : http://kask.us/7091878
